Oleh: Paulus Roi
Selasa, 25 Desember 2012
Dalam buku To End All Wars, Ernest Gordon menceritakan kisah nyata sekelompok tahanan perang yang bekerja di Jawatan Kereta Api Birma selama Perang Dunia II. Adegan tersebut menjadi lebih tidak terlupakan karena difilmkan dengan judul yang sama.
Tugas hari itu sudah selesai; alat-alat yang digunakan sedang dihitung, seperti biasa. Ketika kelompok itu hampir dibubarkan, sang tentara Jepang berseru bahwa ada sebuah sekop yang hilang. Ia bersikeras bahwa salah seorang tahanan telah mencurinya untuk dijual kepada orang-orang Thailand. Sambil melangkah kian kemari di hadapan para tahanan itu, ia meneriaki dan mengutuki mereka karena kejahatan mereka, dan yang paling tidak termaafkan adalah sikap mereka yang tidak tahu terima kasih kepada Kaisar. Saat ia berteriak-teriak tanpa kendali, kemarahannya makin menjadi-jadi. Sambil menjerit dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, ia menuntut agar orang yang bersalah maju satu langkah ke depan untuk menerima hukumannya. Tidak ada yang bergerak; kemarahan tentara itu sudah mencapai puncaknya. Baca selengkapnya
Kategori: Ilustrasi Kebenaran
Oleh: Paulus Roi
Senin, 10 Desember 2012
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dalam ketidakpercayaan. Tidak mungkin ini tempatnya. Tidak mungkin aku diterima di sini. Aku sudah diberi undangan beberapa kali oleh beberapa orang yang berbeda, dan baru memutuskan untuk melihat seperti apa tempatnya. Tapi, tidak mungkin ini tempatnya.
Sekali lagi kulihat undangan yang ada di genggamanku. Kuperiksa lagi kata-kata yang tertera di sana dengan teliti. “Datanglah sebagaimana adanya kamu. Tidak perlu ditutup-tutupi.” Di bawah kata-kata itu kutemukan alamatnya.
Ya, aku berada di tempat yang benar. Sekali lagi aku mengintip melalui jendelanya. Aku melihat sebuah ruangan besar yang dipenuhi orang-orang yang wajahnya memancarkan sukacita. Mereka semua mengenakan pakaian yang bagus, bersih, dan rapi seperti orang-orang yang makan di restoran mewah.
Dengan perasaan malu kupandang pakaianku yang compang-camping, buruk, dan penuh noda. Aku benar-benar kotor dan menjijikkan. Bau busuk tercium dari tubuhku. Aku tak dapat membersihkan kotoran yang melekat di tubuhku dan menghilangkan bau busuk itu. Aku benar-benar merasa malu dan merasa tak pantas masuk ke tempat itu. Kupikir, lebih baik aku menyingkir saja. Baca selengkapnya
Kategori: Ilustrasi Kebenaran
Oleh: Paulus Roi
Senin, 30 April 2012
Di sebuah kota hiduplah seorang gadis remaja yang sangat cantik rupanya. Ia dijuluki “bunga mawar sekolah” oleh teman-temannya. Tentu saja ia sangat bangga akan keadaan dirinya itu.
Walaupun demikian, ada satu hal yang sangat merisaukan hatinya. Ia memiliki seorang ibu yang sangat buruk rupanya. Ia merasa sangat malu memiliki ibu yang demikian. Karena itu, ia tidak mau berjalan bersama ibunya. Ia juga tidak mau mengakuinya sebagai ibunya. Di hadapan teman-temannya ia mengatakan bahwa itu bukanlah ibunya, melainkan pembantu rumahnya. Baca selengkapnya
Kategori: Ilustrasi Kebenaran
Oleh: Paulus Roi
Jumat, 13 April 2012
Alkisah, di sebuah desa tinggalah seorang ibu yang sudah tua bersama anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Ibu itu seringkali merasa sedih karena memikirkan anaknya yang memiliki tabiat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Ia sering menangis meratapi nasibnya yang malang, tetapi ia tetap berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan, tolong sadarkan anakku yang kusayangi supaya ia tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.” Akan tetapi, semakin hari si anak semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Berulang kali ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Baca selengkapnya
Kategori: Ilustrasi Kebenaran
Oleh: Paulus Roi
Senin, 26 Desember 2011
Karen Blixen, kelahiran Denmark, menikah dengan seorang baron dan dari tahun 1914 sampai 1931 menjalankan perkebunan kopi di Afrika Timur jajahan Inggris (Out of Africa – tulisannya menceritakan masa-masa ini). Setelah bercerai, ia kembali ke Denmark dan mulai menulis dalam bahasa Inggris dengan nama samaran Isak Dinesen. Salah satu ceritanya, “Babette’s Feast,” menjadi klasik setelah dijadikan film pada tahun 1980-an. Baca selengkapnya
Kategori: Ilustrasi Kebenaran
Oleh: Paulus Roi
Senin, 28 Nopember 2011
Berikut ini adalah kisah hidup seorang atlet Olimpiade yang diselamatkan melalui bayang-bayangnya yang berbentuk salib. Kisah ini diambil dari “Highways of Hope”
Pada tahun 1967 ketika mengikuti pelajaran di kelas fotografi Universitas Cincinnati, aku berkenalan dengan seorang pemuda bernama Charles Murray, siswa pada sekolah yang sama, yang sedang dilatih untuk persiapan Olimpiade musim panas tahun 1968 sebagai seorang pelompat indah papan kolam renang. Charles sangat sabar terhadapku ketika aku berbicara selama berjam-jam dengannya tentang Yesus Kristus dan bagaimana Ia telah menyelamatkanku. Baca selengkapnya
Kategori: Kesaksian Hidup
Oleh: Paulus Roi
Senin, 14 Nopember 2011
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Kor 9:7)
Suatu hari seorang petani Kristen berkata kepada isterinya bahwa ia ingin memberikan suatu persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Saat itu salah satu sapi betinanya sedang hamil dan beberapa hari lagi akan melahirkan. Karena itu ia berkata bahwa nanti ia akan mempersembahkan anak sapi itu kepada Tuhan. Baca selengkapnya
Kategori: Ilustrasi Kebenaran