Identitas dan Tujuan Hidup Orang Percaya

Oleh: Paulus Roi
Senin, 1 Agustus 2011

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. (1 Ptr 2:9-10)

Identitas dan Tujuan Hidup Orang PercayaRaja Louis XVI telah digulingkan dari tahtanya dan dipenjarakan. Puteranya yang masih muda dibawa oleh para pemberontak yang telah menggulingkannya. Para pemberontak itu mengira bahwa bila mereka dapat menghancurkan moralitas sang pangeran yang juga adalah putera mahkota kerajaan Perancis, tentu ia tak akan pernah menduduki tahta agung yang sebenarnya telah dianugerahkan kepadanya.

Karena itu, mereka membawa sang pangeran ke suatu komunitas yang jauh. Di sana mereka memperlihatkan segala hal yang kotor dan memalukan kepadanya. Mereka menghadapkan segala jenis makanan yang dapat membuatnya diperbudak oleh selera makan. Mereka selalu menggunakan kata-kata memalukan setiap kali berada di dekatnya. Mereka menghadapkannya pada hawa nafsu dan wanita-wanita pelacur. Mereka menghadapkannya pada sikap tidak hormat dan tidak percaya. Dua puluh empat jam setiap harinya ia dikelilingi oleh segala hal yang dapat menyeret jiwa seorang pria serendah-rendahnya.

Selama lebih dari enam bulan pangeran itu diperlakukan demikian, tetapi tidak sekalipun ia takluk kepada tekanan. Akhirnya, setelah pencobaan yang intensif, para pemberontak itu menanyainya: “Mengapa engkau tidak takluk pada semuanya itu? Mengapa engkau tidak ikut berbuat demikian? Bukankah semuanya itu dapat memberimu kesenangan dan memuaskan hawa nafsumu?” Jawab sang pangeran: “Saya tidak dapat melakukan apa yang kamu minta, karena saya dilahirkan untuk menjadi seorang raja.”

Pangeran Louis mengetahui identitas dan tujuan hidupnya yang sebenarnya secara pasti. Dia tahu siapa dirinya dan untuk apa dia ada, yaitu bahwa dia adalah putera mahkota raja yang harus menggantikan ayahnya memerintah kerajaan Perancis. Karena itu, dia menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan identitasnya dan yang dapat menghalanginya mencapai tujuan hidupnya. Pengetahuan akan identitas dan tujuan hidupnya telah memampukannya bertahan dalam segala cobaan dan tekanan yang menimpanya.

Banyak orang Kristen gagal menjalani hidup kekristenannya dan gagal menggenapi rencana Allah atasnya karena mereka tidak mengetahui identitas dan tujuan hidupnya sebagai orang percaya. Mereka tidak tahu siapa dirinya dan untuk apa Allah memanggilnya. Akibatnya, mereka mudah sekali diombang-ambingkan oleh arus dunia yang jahat dan terus-menerus berkubang dalam dosa.

Ketahuilah bahwa sebagai orang percaya:

Selain itu, ingatlah pula tujuan hidup anda sebagai orang percaya, yaitu memuliakan Allah dengan segenap hidup anda. Beritakanlah perbuatan-perbuatan-Nya yang agung ke segala bangsa. Biarlah segala bangsa memuji dan memashurkan nama Allah selama-lamanya!

Facebook Twitter

Kategori: Ilustrasi Kebenaran

Social Media

Menu

Kategori