Kedaulatan Allah atas Segala SesuatuBanyak hal, entah baik atau buruk, terjadi di dunia ini. Bagaimanakah hal-hal itu terjadi? Apakah segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah diatur sebelumnya? Bila ya, siapakah yang mengaturnya? Bila tidak, apakah itu berarti bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini hanyalah serangkaian kejadian yang tidak beraturan dan terjadi secara kebetulan saja? Apa kata Alkitab mengenai hal ini?

Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini berada di bawah kendali-Nya. Pergerakan burung pipit yang kecil pun berada di bawah kendali-Nya. Dalam Matius 10:29 Yesus mengatakan:

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

Lebih lanjut, Amsal 16:33 mengatakan:

Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

Ketika kita membuang undi, mungkin kita mengira bahwa hasilnya akan bersifat acak atau kebetulan. Akan tetapi, Alkitab memberitahu kita bahwa hasil undi itu tidaklah terjadi secara acak atau kebetulan. Allahlah yang menentukan hasil undi itu.

Fakta-fakta di atas jelas menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, entah baik atau buruk, tidaklah terjadi secara acak atau kebetulan. Sebaliknya, semua itu terjadi menurut kehendak Allah. Allahlah yang mengatur segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Dia berkuasa dan berdaulat atas seluruh alam semesta.

Sekarang, marilah kita melihat salah satu contoh pengaturan Allah dalam sejarah umat manusia, yaitu dalam peristiwa penyaliban Tuhan Yesus Kristus. Dalam Kisah Para Rasul 2:23 dikatakan:

Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.

Peristiwa penyaliban Yesus bukanlah suatu “kecelakaan” yang terjadi di luar rencana Allah. Sebaliknya, peristiwa itu telah direncanakan oleh Allah jauh sebelumnya. Apa yang dilakukan oleh bangsa Yahudi pada waktu itu hanyalah penggenapan dari apa yang telah direncanakan oleh Allah sebelumnya. Fakta ini sekali lagi membuktikan bahwa tak ada suatu apapun di dunia ini yang terjadi di luar kehendak dan rencana Allah. Dalam kedaulatan-Nya Allah telah mengatur dan menetapkan semuanya itu.

Sampai di sini mungkin ada yang bertanya: Bila penyaliban Tuhan Yesus Kristus merupakan penggenapan rencana Allah, apakah itu berarti bahwa mereka yang telah menyalibkan Yesus tidak perlu bertanggung jawab atas segala kejahatan yang telah mereka lakukan? Apakah Yudas Iskariot tidak perlu bertanggung jawab atas pengkhianatan yang dilakukannya? Dalam Matius 26:24 Yesus memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut:

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.

Pengkhianatan Yudas Iskariot dan penyaliban Tuhan Yesus Kristus memang telah menggenapi rencana Allah. Akan tetapi, Yudas Iskariot dan semua orang yang menyalibkan Yesus harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Allah. Mereka akan tetap dihakimi sesuai dengan hukum Allah.

Bila segala sesuatu yang kita lakukan, entah baik atau buruk, hanyalah penggenapan dari apa yang telah Allah tetapkan sebelumnya, mengapa kita masih harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah? Mengapa kita dipersalahkan atas segala kejahatan yang kita perbuat? Bukankah Allah sendiri yang telah merencanakan dan menetapkan semuanya itu? Terhadap pertanyaan dan bantahan tersebut rasul Paulus menjawab:

Sekarang kamu akan berkata kepadaku: “Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?” Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?” (Roma 9:19-20)

Kita hanyalah makhluk ciptaan dan Allah adalah pencipta kita. Sebagai ciptaan, kita tidak memiliki hak sama sekali untuk membantah Allah. Allah menggunakan segala perbuatan kita untuk menggenapi rencana-Nya dan menghendaki kita bertanggung jawab atas segala yang kita perbuat. Hal ini seharusnya membuat kita sujud menyembah di hadapan Allah dalam ketundukan penuh kepada-Nya.

Selain itu, kebenaran ini seharusnya juga menjadi penghiburan besar bagi kita yang ada di dalam Kristus. Allah berdaulat atas segala sesuatu. Dialah yang memegang kendali atas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Iblis pun takluk kepada-Nya dan tak dapat bekerja tanpa seizin-Nya. Karena itu, kemenangan Allah atas Iblis, kemenangan anak-anak Allah atas anak-anak Iblis, dan kemenangan kebenaran Injil atas kesesatan dunia adalah hal yang pasti.

Perlu dipahami pula bahwa Allah kita bukanlah Allah yang lalim. Dia bukanlah Allah yang bertindak sewenang-wenang tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Sebaliknya, Dia adalah Allah yang baik dan bijaksana. Dia mengatur segala sesuatu yang terjadi di dunia ini menurut hikmat-Nya yang sempurna untuk menggenapi rencana-Nya yang mulia. Ketika hal-hal buruk menimpa kita, mungkin kita tak dapat memahami maksud Allah di baliknya. Walaupun demikian, kita dapat yakin dan percaya bahwa semua itu Allah izinkan terjadi untuk maksud yang mulia.

Lebih lanjut, dalam Roma 8:28-29 dikatakan:

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Allah mengatur segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, entah baik atau buruk, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang ada di dalam Kristus. Dia mengatur semuanya untuk membentuk dan membuat kita semakin serupa dengan Kristus. Kesadaran akan kebenaran ini seharusnya dapat menghibur dan menguatkan kita dalam masa-masa sulit yang kita hadapi di dunia ini.

Akhirnya, marilah kita sujud menyembah di hadapan Allah dalam ketundukan penuh kepada-Nya. Marilah kita memuji dan memuliakan Allah atas hikmat-Nya yang sempurna. Marilah kita mengucap syukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.

Facebook Twitter

Kategori: Pengajaran Kristen

Tag: , , ,