Kehendak Allah dan Tragedi ManusiaAllah rindu bersekutu dengan umat-Nya. Dia ingin umat-Nya mengenal-Nya. Itulah sebabnya Ia memperkenalkan dan menyatakan diri-Nya kepada mereka.

Sayangnya, banyak umat Allah tidak mau peduli terhadap Allah. Mereka bersikap seolah-olah Allah tidak pernah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Mereka membuat alasan dengan berkata: “Allah itu terlalu besar bagi kami. Tak mungkin kami dapat mengenal-Nya. Karena itu, untuk apa kami berusaha mengenal-Nya?”

Lebih buruknya lagi, banyak umat Allah yang tidak peduli pada Allah karena mereka beranggapan bahwa hal itu tidak berguna bagi mereka. Mereka berkata: “Untuk apa kami mengetahui sifat dan karakter Allah? Untuk apa kami mengetahui misteri ketritunggalan Allah? Untuk apa kami mengetahui maksud dan tujuan Allah? Semua itu tak ada hubungannya dengan kehidupan kami saat ini. Bagi kami, asalkan Dia tak merugikan kami, itu sudahlah cukup. Dari pada berusaha mengetahui siapa dan bagaimana Allah sebenarnya, ada banyak hal lain yang lebih berguna yang harus kami pikirkan dan lakukan.”

Itulah tragedi paling menyedihkan dan paling mengerikan dalam sejarah umat manusia. Manusia tidak lagi peduli pada penciptanya. Manusia menganggap dirinya lebih penting dari pada penciptanya. Manusia hanya menjadikan penciptanya sebagai alat untuk memuaskan keinginannya sendiri. Celakalah orang-orang yang demikian itu!

Saudara, sadarilah bahwa pusat dari segala sesuatu yang ada di dunia ini bukanlah anda, melainkan Allah. Allah menciptakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya dan untuk kemuliaan-Nya saja.

Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kol 1:16)

Allah hadir dan bekerja dalam sejarah umat manusia untuk menyatakan kemuliaan kasih-Nya, kemuliaan keadilan-Nya, kemuliaan kebenaran-Nya, kemuliaan kekudusan-Nya, dan segala kemuliaan pribadi-Nya. Allah rindu manusia dan seluruh makhluk mengenal-Nya, menyembah-Nya, dan memuliakan-Nya.

Karena itu, marilah kita sujud di hadapan-Nya dalam segala kerendahan hati, menaikkan penyembahan terbaik yang dapat kita berikan kepada-Nya, dan menyerahkan seluruh hidup kita menjadi alat di tangan-Nya bagi kemuliaan-Nya semata. Soli Deo Gloria! Segala kemuliaan hanya bagi Allah! Amin.

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Rom 11:36)

Facebook Twitter

Kategori: Pengajaran Kristen

Tag: , , ,