Keutamaan Kristus dalam Pemikiran Rasul PaulusRasul Paulus telah mengalami Kristus sedemikian rupa dalam hidupnya. Baginya Kristus adalah segalanya. Bila kita membaca surat Filipi secara keseluruhan, kita akan mendapati bahwa Kristus menduduki tempat yang paling utama dalam pemikiran rasul Paulus.

Dalam pasal pertama rasul Paulus menyajikan Kristus sebagai satu-satunya pribadi yang layak dimuliakan dalam kehidupan kita. Dia berkata:

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. (Flp 1:20)

Tidak peduli bagaimana keadaan kita, kita harus senantiasa mengekspresikan Kristus sedemikian rupa sampai Kristus sungguh-sungguh dimuliakan melalui kehidupan kita. Kita berbuat baik dan berlaku saleh bukan untuk mencari kemuliaan kita sendiri, melainkan kemuliaan Kristus.

Dalam pasal kedua rasul Paulus menyajikan kristus sebagai satu-satunya teladan kita. Dia berkata:

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Flp 2:5-8)

Sebelum kita dapat mengerjakan sesuatu, kita senantiasa memerlukan seorang model yang dapat kita teladani. Hal yang sama juga berlaku ketika kita hendak menghidupi kebenaran Allah. Kita memerlukan teladan untuk melakukan seluruh kehendak Allah itu. Dalam hal ini Kristuslah yang harus senantiasa menjadi teladan kita.

Dalam pasal ketiga rasul Paulus menyajikan Kristus sebagai satu-satunya tujuan hidup kita. Dia berkata:

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. (Flp 3:7-8)

Selain memerlukan teladan, kita juga memerlukan tujuan. Tanpa tujuan, hidup kita akan terasa hampa dan membosankan. Sebagai umat kepunyaan Allah kita bukanlah orang-orang yang tidak memiliki tujuan. Kita mengasihi dan mengejar Kristus karena kita ingin mendapatkan sesuatu, yaitu Kristus sendiri. Kristuslah yang harus senantiasa menjadi tujuan utama kehidupan kita.

Dalam pasal terakhir rasul Paulus menyajikan Kristus sebagai satu-satunya sumber kekuatan kita. Dia berkata:

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Flp 4:13)

Kristus bukan hanya teladan dan tujuan hidup kita, tetapi juga merupakan sumber kekuatan kita. Dialah yang menguatkan dan memampukan kita menghidupi-Nya, mengejar-Nya, dan memuliakan-Nya.

Demikianlah, dalam surat Filipi kita melihat Kristus sebagai pribadi yang dimuliakan, Kristus sebagai teladan, Kristus sebagai tujuan, dan Kristus sebagai sumber kekuatan. Kristus telah menjadi segala-galanya dalam kehidupan rasul Paulus. Bagaimana dengan anda? Sudahkah Kristus menduduki tempat utama dalam hati anda? Sudahkah Kristus menjadi segala-galanya dalam hidup anda?

Facebook Twitter

Kategori: Kehidupan Kristen

Tag: , , ,