Manfaat Membaca Alkitab
Senin, 17 Januari 2011
Alkitab adalah salah satu buku yang paling banyak diproduksi, paling banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan paling banyak dibeli. Kita mungkin memiliki lebih dari satu Alkitab dengan beberapa versi terjemahan yang berbeda-beda. Akan tetapi, seberapa banyak Alkitab yang terjual dan seberapa banyak Alkitab yang kita miliki sebenarnya bukanlah hal yang penting. Hal yang jauh lebih penting dari pada itu adalah seberapa tekun kita mempelajarinya dan seberapa dalam kita memahami kebenaran yang tertulis di dalamnya.
Banyak orang malas dan enggan membaca Alkitab. Padahal, ada banyak berkat dan manfaat yang dapat kita peroleh dari membaca Alkitab. Dalam 2 Timotius 3:15-16 dikatakan:
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan oleh Allah. Roh Kuduslah yang menginspirasi para penulis Alkitab. Dengan kata lain, Alkitab adalah firman Allah sendiri. Karena itu, sebagaimana dikatakan dalam nas di atas, Alkitab dapat memberikan banyak manfaat bagi setiap orang yang mempelajarinya.
Melalui Alkitab kita mengenal Allah yang telah menciptakan kita. Melalui Alkitab kita mengenal Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita. Melalui Alkitab kita belajar bagaimana hidup dalam kebenaran seturut kehendak Allah. Singkatnya, Alkitab sangatlah bermanfaat bagi pengenalan kita akan Allah dan bagi pertumbuhan rohani kita di dalam Dia.
Selain itu, Tuhan juga menyebut berbahagia orang-orang yang menjauhkan diri dari kefasikan dan mencintai firman-Nya. Orang-orang yang demikian akan diberkati. Mereka akan berbuah, terpelihara, tidak terkalahkan, dan berhasil dalam hidupnya. Janji Tuhan ini dengan jelas diungkapkan dalam Mazmur 1:1-3.
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Kita telah melihat bahwa Alkitab sangatlah bermanfaat bagi pengenalan kita akan Allah dan bagi pertumbuhan rohani kita di dalam Dia. Kita pun telah mengetahui bahwa ada berkat-berkat istimewa yang Allah janjikan bagi setiap orang yang mencintai firman-Nya. Maka dari itu, marilah kita membaca dan mempelajari Alkitab dengan tekun. Dalam hal ini kita dapat meneladani orang-orang Berea yang diinjili oleh rasul Paulus.
Orang-orang Yahudi di kota itu (Berea) lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. (Kis 17:11)
Orang-orang Berea itu sangat mencintai firman Tuhan. Mereka mempelajari Kitab Suci setiap hari. Mereka tidak hanya menerima apa yang dikatakan oleh rasul Paulus begitu saja, tetapi juga menyelidiki dan mengujinya, apakah perkataan rasul Paulus itu sesuai dengan Kitab Suci atau tidak.
Adalah hal yang bijaksana bila kita, seperti halnya orang-orang Berea itu, tidak hanya menerima apa yang disampaikan oleh para pengkotbah begitu saja, tetapi juga menyelidiki dan mengujinya berdasarkan Alkitab. Selain dapat memperdalam pemahaman kita akan kebenaran firman Tuhan, hal itu juga dapat menjaga kita dari pengajaran-pengajaran yang keliru dan menyesatkan. Rasul Yohanes juga memperingatkan kita akan hal ini:
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (1 Yoh 4:1)
Banyak nabi palsu bermunculan, bukan hanya pada zaman para rasul, tetapi juga pada zaman kita sekarang ini. Mereka menyebarluaskan berbagai ajaran yang keliru dan menyesatkan. Kita harus senantiasa berhati-hati dan menguji setiap pengajaran yang kita terima berdasarkan Alkitab. Karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa mempelajari Alkitab setiap hari dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian kita akan dapat memilah-milah manakah pengajaran yang benar dan manakah pengajaran yang menyesatkan.
Akhirnya, marilah kita mengucap syukur kepada Allah karena Ia telah menyatakan diri-Nya kepada kita melalui Alkitab. Marilah kita berkomitmen untuk mempelajari dan merenungkan firman Tuhan dengan tekun setiap hari sampai kebenaran firman Tuhan itu mengubahkan kehidupan kita. Kiranya anugerah dan berkat Allah senantiasa dicurahkan atas kita yang mencintai firman-Nya. Amin.
Kategori: Spiritualitas Kristen
Tag: Kebenaran Firman Tuhan, Manfaat Membaca Alkitab, Mengenal Allah, Pertumbuhan Rohani


sesungguhnya buku alkitab amat2 penting dalam hidup kita tanpa firman Tuhan hidup kita akan menjadi kucar kacir dan justeru iman kita akan menjadi selemah2nya…maka ini akan membuat kan kita tidak mampu utk melawan arus kehidupan dunia yg semakin mencabar ini…dgn pimpinan daripada Tuhan kita akan dapat berkat dan hidup kita sentiasa dilindungi dan tangan Tuhan sentiasa menopang dan menuntun kita.
Ya, mempelajari Alkitab memang sangat penting. Di tengah-tengah dunia yang semakin amburadul ini, penting bagi kita untuk senantiasa berpegang pada kebenaran firman Tuhan.
Apakah dg membaca buku ttg presiden kita dpt dikatakan mengenal presiden,mungkin kita tahu sejarah ttg presiden tp bukan mengenaldan juga apakah kita dikenal oleh presiden,jwbnya tentu tdk,begitu juga dg membaca alkitab.
ahli taurat yg yg ahlinya saja tdk mengenal Tuhan,bahkan hendak membunuhNYA,sekrg yg bukan ahli tp berlaku seperti lebih ahli dr ahli taurat.Sedangkan Alkitan mengatakan RK yg mengajarkan,alkitab bukan FT melainkan kesaksian ttg FT yg dialami yg nama2xnya tercantum dlm alkitab,
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. 1Kor2.
Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,
dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?” Yoh5.
Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 2Kor3
Bila orang yang tekun membaca dan mempelajari Alkitab saja belum tentu mengenal Allah, bagaimana dengan orang yang tidak pernah membaca dan mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh? Dapat dipastikan mereka tak akan pernah mengenal Allah. Karena itu, lebih baik baca dan pelajari.
Benar bahwa Roh Kudus yang mengajar kita, tetapi bagaimanakah cara Dia mengajar kita? Tentunya dengan menerangi hati dan pikiran kita saat kita mempelajari firman Tuhan. Bukankah demikian?
Jadi jelas bahwa ada hubungan yang erat antara karya Roh Kudus dengan pembelajaran kitab suci. Mempelajari Alkitab tanpa pimpinan dan pencerahan dari Roh Kudus tak akan ada gunanya, hanya membuat kita tahu tanpa ada dampak positif, seperti para ahli Taurat dan orang Farisi. Akan tetapi, juga adalah omong kosong bila ada yang mengatakan bahwa ia diajar oleh Roh Kudus tetapi ia tak pernah mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh.
Alkitab bukan sekedar kesaksian manusia tentang firman Allah, melainkan firman Allah. Allah-lah yang mengilhamkan semua itu kepada para penulis Alkitab. 2 Timotius 3:16 jelas mengatakan:
1. Actually for me the benefits of the Bible is summed up in
2 Timotius 3: 16 (Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.)
2. MANFAAT ALKITAB
Nats : Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib (Mazmur 119:27)
MANFAAT ALKITAB
Alkitab berbeda dari buku-buku lainnya. Alkitab diilhami oleh Allah dan merupakan pernyataan diri-Nya kepada manusia. Di dalamnya kita dapat menemukan semua yang perlu kita ketahui untuk menerima keselamatan dan untuk hidup bagi Tuhan. Paulus menyatakan bahwa Alkitab “bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Timotius 3:16). Ada orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk belajar tentang Alkitab, tetapi bukan untuk menemukan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Sebagai contoh, dua orang pria menyusun perhitungan statistik yang rumit tentang Kitab Suci selama berbulan-bulan. Mereka menghitung jumlah pasal, ayat, kata-kata, bahkan huruf dalam Alkitab.
Kenyataan ini sangat menarik. Banyak waktu telah dihabiskan untuk mengumpulkan hal-hal di atas, tetapi bagaimana semua itu dapat membangun kerohanian kita? Apa yang dipikirkan sang pemazmur ketika ia meminta agar Allah menolongnya memahami petunjuk titah-titah-Nya? (Mazmur 119:27). Dia ingin kita memahami-Nya. Jadi kita harus terus berusaha menambah pengenalan kita akan Allah dan kehendak-Nya.
Jangan biarkan perhatian kita beralih ke statistik yang menarik dan kenyataan-kenyataan yang luar biasa. Sebaliknya, marilah kita dengan iman mempelajari isi Alkitab untuk menemukan apa yang dikatakan Allah kepada kita tentang Diri-Nya dan rencana-Nya untuk hidup kita.Hal ini membuat pengetahuan kita akan Alkitab menjadi sangat bermanfaat-RWD
ALKITAB MEMBERITAHUKAN SEMUA YANG PERLU KITA KETAHUI SEHINGGA KITA DAPAT MELAKUKAN SEMUA YANG ALLAH KEHENDAKI
How about you?
Saya sependapat dengan anda.
Terima kasih untuk tambahannya.
All Scripture is inspired by God and profitable for teaching, for the stated errors, to improve behavior and for training in righteousness
trima kasih
saudara2 menampilkan program ini sangat tertarik….ya…karena menjadi kekuatan iman buat hidupku….atau imanku menjdi subur seperti pohon yang ada di tepi sungai tidak kering…….salom
dari kupang NTT
Puji Tuhan bila dapat bermanfaat dan membangun.
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Salam dari saya.
Alkitab berisi Firman Allah. bukan Firman Allah, karen banyak juga firman-firman manusia tertulis di dalamnya begitu juga tentang cerita si Iblis..
Justru sebaliknya, 2 Timotius 3:16 dengan jelas menyatakan bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah. Artinya, Alkitab adalah firman Allah.
Fakta bahwa di dalam Alkitab terdapat perkataan manusia, malaikat, dan Iblis tidak menggagalkan kebenaran tersebut.
Saya berikan sebuah ilustrasi. Andi bercerita demikian: “Kemarin saya bertemu Doni. Doni berkata kepada saya, ‘Bambang habis kemalingan.’”
Pertanyaan: Yang ada di dalam tanda kutip (“) itu perkataan siapa? Perkataan Doni ataukah Andi?
Jawabannya jelas bahwa itu perkataan Andi. Sekalipun di dalamnya ada kutipan perkataan Doni, tapi secara keseluruhan itu adalah perkataan Andi. Bukankah demikian?
Demikian pula halnya dengan Alkitab. Allah yang mengilhamkan keseluruhan Alkitab. Sekalipun di dalamnya ada perkataan manusia, malaikat, dan Iblis, tetapi secara keseluruhan Allah-lah yang mengilhamkannya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Alkitab adalah firman Allah.
Sememangnya tidak dinafikan lagi bahwa Alkitab ini mempunyai kewibawaannya yang tersendiri di mana dari sinilah umat Kristian khususnya dan umat manusia amnya mengenali TUHAN Allah dari segi konteks luaran mahupun secara mendalam (rohani). Saya ingin memetik satu nas yang ditulis oleh Raja Daud di Mazmurnya, “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105) Kebanyakan umat manusia sekarang sedang dalam buih kegelapan yang sudah lama memerangkap mereka yang belum mengenal TUHAN Allah apatah lagi individu yang sudah mengenal TUHAN namun belum kenal firmanNya. Alkitab juga perlu bagi mengetahui poin-poin tertentu tentang pertumbuhan rohani seperti penyangkalan diri, kesaksian tentang Injil Kristus dan banyak lagi. Maka apa yang saya boleh tulis dalam komentar saya adalah Alkitab adalah amat penting bagi riwayat seseorang Kristian dalam bersatu dengan keilahian Allah, Putera dan Roh Kudus. Shalom Alaikem dan terima kasih.
Benar, sangat penting bagi kita untuk senantiasa mempelajari firman Tuhan dan hidup di dalamnya.
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Tuhan memberkati.
Untuk menghadapi arus dan tantangan dunia ini? boro-boro, menghadapi keinginan dan emosi diri sendiri aja sudah susah, paling susah malahan.
Udah tahu Alkitab berguna, tapi tetep aja paling muales baca Alkitab
Komputer itu mempunyai banyak sekali manfaat. Akan tetapi, bila si empunya tak pernah mempelajari cara menggunakannya dan bahkan tak pernah menyentuhnya, maka komputer itu tak akan bermanfaat baginya. Di sini letak permasalahannya bukan manfaat komputernya, tetapi pada kemalasan orangnya.
Demikian pula halnya dengan Alkitab. Alkitab memiliki banyak sekali manfaat. Akan tetapi, bila anda tak pernah mau mempelajarinya dengan benar, jelas anda tak akan dapat memetik manfaatnya. Seperti komputer di atas, masalahnya bukan terletak pada Alkitabnya, melainkan pada orangnya.
Semoga dapat dipahami. Tuhan memberkati.