Menggunakan Waktu dengan BijaksanaWaktu adalah satu hal yang sangat paradoks. Kita selalu ada di dalam waktu, tetapi waktu tidak bisa kita lihat. Agustinus mengatakan:

Ketika tidak ada yang menanyakan: “Apakah waktu itu?”, saya merasa mengerti apa waktu itu. Tetapi ketika ada yang bertanya kepada saya: “Apakah waktu itu?”, saya baru menyadari bahwa saya tidak mengerti apakah waktu itu.

Sangat sulit bagi kita untuk mengerti tentang waktu. Pada saat-saat tertentu kita merasa waktu berlalu dengan sangat cepat, sedangkan pada saat-saat lain kita merasa waktu berjalan dengan sangat lambat. Lalu, apakah yang Tuhan katakan tentang waktu?

Satu-satunya harta yang ada di dalam kita adalah waktu. Harta kita yang lain, seperti uang dan kekayaan, ada di luar kita.

Salah satu ungkapan tentang waktu yang sangat populer pada zaman ini adalah “time is money”. Banyak orang berusaha menghasilkan uang dengan menggunakan waktu yang mereka miliki. Bijaksanakah tindakan mereka itu?

Tentu saja tidak! Itu jelas bukanlah tindakan yang bijaksana. Mereka menggunakan harta yang ada di dalam diri mereka untuk mengejar harta yang ada di luar diri mereka. Ketika waktu mereka sudah habis, harta itu tidak dapat mereka bawa.

Mazmur 90 ditulis oleh Musa ketika ia sudah lanjut usia. Musa mengungkapkan bagaimana singkatnya waktu hidup manusia di dunia dan mengontraskannya dengan kekekalan Tuhan. (Spurgeon’s Treasury of David) Dengan kesadaran bahwa waktunya di dunia sudah tidak lama lagi, Musa berkata:

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mzm 90:12)

Kita perlu menyadari bahwa waktu kita di dunia ini sangatlah terbatas. Karena itu, kita harus mengisinya dengan hal-hal yang bermakna. Adalah bijaksana jika kita mengaitkan waktu dengan kekekalan. Kita menggunakan waktu yang terbatas untuk mempersiapkan diri kita bagi kekekalan yang tak terbatas. Kita membayar dengan waktu hal-hal yang bernilai kekal. Matius 6:19-20 mengatakan:

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Janganlah kita memfokuskan hidup kita hanya pada dunia yang sementara ini. Lebih dari pada itu, marilah kita mengejar hal-hal surgawi yang bernilai kekal. Dengan demikian waktu yang kita miliki saat ini tak akan terbuang sia-sia.

Hal lain yang dapat kita lakukan untuk mengisi waktu adalah dengan menemukan pusat kehidupan kita yang sesungguhnya. Apakah yang menjadi tujuan hidup kita? Yesus mengatakan: “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” (Yoh 17:4) Yesus menggunakan waktu-Nya di dunia untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah Bapa tetapkan bagi-Nya.

Selain itu, Pengkotbah 12:13 juga mengatakan:

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Kita ada di dunia ini untuk mengenal Allah dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Bila kita hidup untuk melakukan kehendak Allah, hidup kita akan lebih bermakna. Karena itu, kita harus senantiasa memusatkan hidup kita pada kehendak Allah.

Seorang pendeta mengatakan: “Hidup itu seperti menulis obituari kita sendiri”. Apa kesan orang-orang tentang hidup kita setelah kita meninggal? Akan tetapi, ada hal lain yang lebih penting dari pada itu, yaitu apa yang akan Allah katakan mengenai hidup yang telah kita selesaikan. Karena itu, marilah kita menggunakan waktu yang terbatas ini dengan bijaksana.

Facebook Twitter

Kategori: Kehidupan Kristen

Tag: ,