Murid Sejati: Pertimbangkan Keputusan AndaDalam artikel-artikel sebelumnya kita telah mempelajari ketiga syarat menjadi murid Kristus, yaitu mengasihi Yesus lebih dari apapun, siap mengalami kematian badani dan kematian ego setiap hari, serta rela melepaskan dan menyerahkan seluruh harta milik kita kepada Yesus. Sebelum ketiga syarat itu kita penuhi, kita tidak dapat menjadi murid Kristus. Artinya, menjadi murid Kristus bukanlah hal mudah. Ada banyak hal yang harus kita korbankan, orang-orang yang kita kasihi, harta milik kita, dan bahkan diri kita sendiri. Bila demikian, masihkah anda mau menjadi murid Kristus?

Dalam Lukas 14:28-32 Yesus menyisipkan dua perumpamaan berikut di antara ketiga syarat yang Dia ajukan:

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

Mengapa Yesus menyisipkan kedua perumpamaan itu di antara ketiga syarat menjadi murid-Nya? Apa maksud dari kedua perumpamaan itu?

Kedua perumpamaan itu memiliki makna yang sama. Orang yang hendak membangun sebuah menara harus terlebih dahulu menghitung berapa banyak biaya yang dibutuhkan bagi pembangunan menara itu dan mempertimbangkan apakah uangnya cukup untuk membiayai seluruh pembangunan menara itu. Demikian pula halnya dengan raja yang hendak pergi berperang, ia harus terlebih dahulu menghitung dan mempertimbangkan berapa banyak jumlah pasukan yang diperlukan untuk mencapai kemenangan. Artinya, sebelum seseorang memutuskan sesuatu, ia harus terlebih dahulu mempertimbangkan segala resiko yang mungkin terjadi. Ia harus mempertimbangkan apakah dengan segala sesuatu yang dimilikinya sekarang ini dia akan mampu mencapai tujuannya.

Prinsip yang sama berlaku ketika kita hendak memutuskan menjadi murid Kristus. Sebelum kita memutuskan menjadi murid Kristus, kita harus terlebih dahulu mempertimbangkan keputusan kita baik-baik. Yesus tidak ingin kita mengambil keputusan tersebut secara gegabah tanpa pertimbangan yang masak. Dia telah memberitahukan syarat dan resiko menjadi murid-Nya sebelum orang banyak yang mengikuti-Nya mengambil keputusan untuk menjadi murid-Nya. Dia tidak ingin mereka mengalami kekecewaan setelah mereka memutuskan menjadi murid-Nya hanya karena yang dijanjikan tidak sesuai dengan yang mereka alami.

Karena itu, sebelum anda memutuskan menjadi murid Kristus, pertimbangkanlah keputusan anda masak-masak. Pelajarilah seluruh berita Injil dengan lengkap dan benar. Jangan hanya memperhatikan janji-janji yang manis, tetapi perhatikan pula resiko-resiko terburuk yang mungkin akan menimpa anda. Jangan sampai anda mengalami kekecewaan kepada Yesus hanya karena anda tidak memahami seluruh berita Injil dengan lengkap.

Kiranya Allah, Bapa kita, dan Tuhan Yesus Kristus menerangi hati dan pikiran kita, sehingga kita mampu memahami seluruh berita Injil dengan lengkap dan benar, serta memampukan kita menghidupi seluruh kebenaran Injil tersebut dalam kuasa Roh Kudus yang senantiasa menyertai kita. Amin.

Facebook Twitter

Kategori: Kehidupan Kristen

Tag: , ,