Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. …. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. (Rom 1:1, 5)

Panggilan dan Tujuan Pelayanan Rasul PaulusSebagai orang percaya kita bukan hanya dipanggil untuk menjadi anak-anak Allah, tetapi juga untuk menjadi hamba-hamba-Nya. Kita bukan hanya dipanggil untuk menerima warisan kekal dari Bapa sorgawi, tetapi juga untuk menerima tanggung jawab besar dari Raja sorgawi. Kita bukan hanya dipanggil untuk menjadi warga Kerajaan Allah, tetapi juga untuk menjadi duta-duta kerajaan itu. Kita bukan hanya dipanggil untuk menerima anugerah keselamatan, tetapi juga untuk memberitakan Injil keselamatan itu di tengah-tengah dunia ini. Singkatnya, kehidupan Kristen bukanlah kehidupan yang pasif, melainkan kehidupan yang aktif. Seorang Kristen bukanlah seorang pengangguran, melainkan seorang pekerja keras bagi kemuliaan Allah.

Salah satu teladan kita dalam hal ini adalah rasul Paulus. Dalam Roma 1:1 dia memperkenalkan dirinya sebagai “hamba Kristus Yesus”. Paulus sungguh-sungguh menyadari bahwa sebagai orang percaya dia telah dibeli oleh Kristus dengan harga yang lunas dibayar (bd. 1 Kor 6:20; 7:23). Dengan demikian seluruh kehidupan dan segala sesuatu yang ada padanya bukan lagi kepunyaannya sendiri, melainkan telah menjadi kepunyaan Kristus. Ya, dia telah menjadi seorang budak yang tidak memiliki hak sama sekali baik atas harta miliknya maupun atas hidupnya sendiri. Dia telah menjadi budak Kristus yang harus melayani Dia dan mengerjakan seluruh kehendak-Nya seumur hidupnya.

Selain itu, Paulus juga menyadari panggilan pelayanannya yang khusus. Dia menyadari bahwa sejak semula Allah memanggil dan mengkhususkannya menjadi rasul untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa (Rom 1:1, 5). Dia telah menyadari panggilan dan tanggung jawab pelayanannya sejak awal pertobatannya di Damsyik. Karena itu, setelah bertobat, menerima kepenuhan Roh Kudus, dan dibaptis, diapun segera memberitakan Injil Yesus Kristus di Damsyik (Kis 9:17-20). Dia tidak pernah menunda-nunda dalam mengerjakan tanggung jawab pelayanannya itu.

Tanggung jawab pelayanan yang diterima rasul Paulus sangatlah besar dan berat. Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan penganiayaan karena Injil yang diberitakannya. Walaupun demikian, dia tidak pernah memandang tanggung jawab pelayanan yang dipikulnya itu sebagai beban yang berat dan menyusahkan. Sebaliknya, dia justru memandang tanggung jawab itu sebagai suatu kehormatan, suatu kasih karunia yang telah Allah anugerahkan kepada-Nya (Rom 1:5; 15:15-16). Itulah sebabnya dia tidak pernah mengeluh atau bersungut-sungut atas segala penderitaan dan kesusahan yang dialaminya. Sebaliknya, dengan semangat yang tak pernah padam dia bekerja keras sedemikian rupa sampai akhir hidupnya demi menunaikan tanggung jawab pelayanannya itu.

Demikianlah, sejak awal pertobatannya hingga akhir hidupnya rasul Paulus terus-menerus mengerjakan tugas pemberitaan Injil yang telah dibebankan kepadanya dengan penuh sukacita dan ketekunan.

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menyadari bahwa sebagai orang percaya anda adalah hamba Kristus yang harus melayani Dia dan mengerjakan seluruh kehendak-Nya? Sudahkah anda menyadari panggilan dan tanggung jawab anda sebagai orang percaya? Dan sudahkah anda mengerjakan tanggung jawab pelayanan anda?

Ingatlah, tidak ada satupun warga Kerajaan Allah yang berprofesi sebagai pengangguran. Kristus telah membeli kita dengan harga yang lunas dibayar dan dengan demikian telah menjadikan kita semua hamba-hamba-Nya. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberitakan Injil Allah dan melayani sesama kita menurut karunia yang telah Allah anugerahkan kepada kita masing-masing. Tidak mengerjakan tanggung jawab berarti memberontak terhadap Allah!

Facebook Twitter

Kategori: Pelayanan Kristen

Tag: , , , ,