Panggilan dan Tujuan Pelayanan Rasul PaulusDalam artikel sebelumnya kita telah melihat bagaimana tanggapan rasul Paulus terhadap panggilan pelayanan yang diterimanya. Dari awal pertobatannya sampai akhir hidupnya rasul Paulus terus-menerus berjuang mengerjakan tugas pelayanannya dengan penuh sukacita dan ketekunan. Lebih daripada itu, bila kita mempelajari kehidupan pelayanan rasul Paulus lebih lanjut, kita akan mendapati bahwa rasul Paulus bukan sekedar berjuang keras mengerjakan tugas pelayanannya, tetapi juga mengerjakannya dengan penuh perhitungan.

Sehubungan dengan tugas kerasulan yang diterimanya, dalam 1 Korintus 3:10 rasul Paulus menggambarkan dirinya sebagai seorang ahli bangunan yang cakap. Sebagai seorang ahli bangunan yang cakap, dia mengetahui bagaimana model bangunan yang diharapkan oleh kliennya dan bagaimana cara membangunnya. Dia bukanlah seorang tukang bangunan yang bekerja secara asal-asalan tanpa mempedulikan model bangunan yang diharapkan oleh kliennya. Sebaliknya, dengan senantiasa memperhatikan model bangunan yang diharapkan oleh kliennya dia bekerja dengan teliti demi memberi hasil terbaik dan dengan demikian menyenangkan hati kliennya itu.

Rasul Paulus sungguh-sungguh memperhatikan kehendak dan maksud Allah dalam pekerjaan pelayanannya. Dia tidak pernah mengerjakan tugas pelayanannya secara asal-asalan. Sebaliknya, Dengan senantiasa memperhatikan kehendak dan maksud Allah dia berjuang keras mengerjakan tugas pelayanannya sampai kehendak dan maksud Allah itu tergenapi.

Pertanyaannya sekarang: Apakah yang Allah kehendaki dari pelayanan rasul Paulus dan juga dari pelayanan kita? Inilah pertanyaan pertama yang harus kita jawab sebelum kita mulai mengerjakan tugas pelayanan kita. Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan cara kita mengerjakan tugas pelayanan kita.

Setidaknya ada 3 (tiga) jawaban yang sering dikemukakan, entah secara tersirat ataupun tersurat, berkenaan dengan pertanyaan tersebut, antara lain:

1. Allah rindu banyak orang datang kepada-Nya.

Jumlah jemaat merupakan tujuan pelayanan yang tersirat dari jawaban ini. Salahkah? Tidak. Jumlah merupakan hal yang penting. Bila jumlah tidak penting, tentu kita tidak perlu memberitakan Injil untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Allah.

Akan tetapi, kita perlu ingat bahwa walaupun jumlah adalah sesuatu yang penting, jumlah bukanlah tujuan utama pelayanan kita. Bila jumlah merupakan tujuan utama pelayanan kita, kita tidak perlu bersusah payah memberitakan kebenaran Injil Yesus Kristus yang sukar diterima oleh banyak orang. Kita cukup melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih berpotensi menarik banyak orang datang, misalnya dengan mengadakan pembagian bahan-bahan kebutuhan pokok kepada fakir miskin, dengan mengadakan konser-konser musik yang menarik bagi banyak anak muda, dengan mengadakan acara nonton film gratis, dan sebagainya. Cara-cara tersebut tentu lebih efektif untuk menjangkau banyak orang dari pada pemberitaan kebenaran Injil Kristus.

2. Allah rindu jemaat-Nya berada dalam keadaan yang baik.

Penyelesaian masalah kehidupan merupakan tujuan pelayanan yang tersirat dari jawaban ini. Masalah yang dimaksudkan di sini mencakup masalah-masalah dari segala aspek kehidupan, dari masalah keuangan, masalah kesehatan, masalah keluarga, sampai masalah-masalah pribadi. Salahkah? Tidak. Penyelesaian masalah juga merupakan hal yang penting dalam pelayanan Kristen. Bahkan, pelayanan Kristen harus menyentuh semua bidang kehidupan itu.

Akan tetapi, kita juga perlu ingat bahwa walaupun penyelesaian masalah kehidupan merupakan hal yang penting dalam pelayanan Kristen, itu bukanlah tujuan utamanya. Bila penyelesaian masalah kehidupan merupakan tujuan utama pelayanan Kristen, kita tentu tidak perlu bersusah payah mengajarkan kebenaran tentang Allah. Kita tidak perlu mengajarkan bahwa Allah itu ada dan berdaulat atas segala sesuatu. Kita tidak perlu mengajarkan sifat-sifat Allah yang kudus, adil, benar, penuh kasih, sabar, dan sebagainya. Semuanya itu hamper tidak ada hubungannya dengan penyelesaian masalah kehidupan manusia. Kita cukup mengadakan kelas-kelas bisnis, rumah sakit, yayasan-yayasan konseling, lembaga-lembaga pendidikan, dan sebagainya. Cara-cara tersebut tentu lebih efektif untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan yang dihadapi manusia.

3. Allah rindu semua manusia diselamatkan.

Keselamatan manusia dari kebinasaan kekal merupakan tujuan pelayanan yang tersirat dari jawaban ini. Salahkah? Tidak. Keselamatan orang-orang di sekitar kita dari kebinasaan kekal jelas termasuk dalam tanggung jawab pelayanan kita. Bila tidak demikian, tentu Yesus tidak perlu datang ke dalam dunia dan mati di kayu salib untuk menebus kita dari segala dosa kita. Karya penebusan yang dikerjakan Kristus bagi keselamatan umat manusia begitu penting, sehingga kita harus memberitakan kabar baik itu kepada semua orang di sekitar kita supaya mereka pun dapat mendengar dan percaya kepada Yesus serta diselamatkan dari kebinasaan kekal.

Akan tetapi, sekali lagi kita perlu ingat bahwa walaupun keselamatan manusia dari kebinasaan kekal itu begitu penting, itu bukanlah tujuan utama karya salib Kristus dan pelayanan kita. Bila keselamatan dari kebinasaan kekal merupakan tujuan utama pelayanan kita, kita tentu tidak perlu bersusah payah memuridkan orang-orang percaya yang baru bertobat. Kita tentu tidak perlu mengajar mereka mengenai kehendak Allah atas kehidupan mereka dan bagaimana mereka harus mengerjakannya. Kita cukup memberitakan Injil kepada semua orang sampai mereka mau menerima Yesus sebagai juruselamat mereka dan setelah itu selesai.

Jumlah jemaat, penyelesaian masalah hidup, dan keselamatan manusia dari kebinasaan kekal merupakan tujuan-tujuan pelayanan yang sangat penting dan harus kita kejar. Walaupun demikian, ketiga hal itu bukanlah tujuan akhir yang Allah kehendaki. Bila kita berhenti hanya pada ketiga hal itu saja, kita gagal menggenapi kehendak dan maksud Allah yang terutama dalam pelayanan kita.

Lalu, apakah hal paling utama yang Allah kehendaki dari pelayanan Kristen? Apakah yang seharusnya menjadi tujuan akhir pelayanan kita?

Dalam Roma 1:5 rasul Paulus mengatakan:

Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

Terjemahan yang lebih tepat dari ayat itu berbunyi:

Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menghasilkan ketaatan iman di antara segala bangsa demi nama-Nya.

Yang menjadi tujuan akhir pelayanan rasul Paulus bukanlah jumlah, penyelesaian masalah hidup, ataupun keselamatan manusia – walaupun semua itu termasuk dalam pelayanannya –, melainkan ketaatan iman segala bangsa bagi kemuliaan Allah. Ya, ketaatan iman manusia dan kemuliaan Allah merupakan hal paling utama yang Allah kehendaki dari pelayanan kita. Kita akan membahasnya lebih lanjut dalam artikel berikutnya.

Facebook Twitter

Kategori: Pelayanan Kristen

Tag: , , ,