Pengorbanan Seorang Sahabat

Dalam buku To End All Wars, Ernest Gordon menceritakan kisah nyata sekelompok tahanan perang yang bekerja di Jawatan Kereta Api Birma selama Perang Dunia II. Adegan tersebut menjadi lebih tidak terlupakan karena difilmkan dengan judul yang sama.

Tugas hari itu sudah selesai; alat-alat yang digunakan sedang dihitung, seperti biasa. Ketika kelompok itu hampir dibubarkan, sang tentara Jepang berseru bahwa ada sebuah sekop yang hilang. Ia bersikeras bahwa salah seorang tahanan telah mencurinya untuk dijual kepada orang-orang Thailand. Sambil melangkah kian kemari di hadapan para tahanan itu, ia meneriaki dan mengutuki mereka karena kejahatan mereka, dan yang paling tidak termaafkan adalah sikap mereka yang tidak tahu terima kasih kepada Kaisar. Saat ia berteriak-teriak tanpa kendali, kemarahannya makin menjadi-jadi. Sambil menjerit dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, ia menuntut agar orang yang bersalah maju satu langkah ke depan untuk menerima hukumannya. Tidak ada yang bergerak; kemarahan tentara itu sudah mencapai puncaknya. Baca selengkapnya

Rahasia Ibu yang Buruk Rupa

Di sebuah kota hiduplah seorang gadis remaja yang sangat cantik rupanya. Ia dijuluki “bunga mawar sekolah” oleh teman-temannya. Tentu saja ia sangat bangga akan keadaan dirinya itu.

Walaupun demikian, ada satu hal yang sangat merisaukan hatinya. Ia memiliki seorang ibu yang sangat buruk rupanya. Ia merasa sangat malu memiliki ibu yang demikian. Karena itu, ia tidak mau berjalan bersama ibunya. Ia juga tidak mau mengakuinya sebagai ibunya. Di hadapan teman-temannya ia mengatakan bahwa itu bukanlah ibunya, melainkan pembantu rumahnya. Baca selengkapnya

Tragedi Lonceng Berdarah

Alkisah, di sebuah desa tinggalah seorang ibu yang sudah tua bersama anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Ibu itu seringkali merasa sedih karena memikirkan anaknya yang memiliki tabiat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Ia sering menangis meratapi nasibnya yang malang, tetapi ia tetap berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan, tolong sadarkan anakku yang kusayangi supaya ia tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.” Akan tetapi, semakin hari si anak semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Berulang kali ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Baca selengkapnya

Makna Pengorbanan Kristus Bagi Keselamatan Manusia

Makna Pengorbanan Kristus bagi Keselamatan ManusiaDalam Roma 3:23 dikatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa telah merusak seluruh aspek kehidupan kita. Dosa telah memperbudak kita sedemikian rupa, sehingga kita tidak bisa lagi berbuat benar di hadapan Allah dan hanya bisa menuruti natur dosa kita. Karena dosa, kita juga teralienasi dari Allah. Dan akhirnya, dosa mendatangkan murka dan hukuman Allah atas kita. Baca selengkapnya