Tanda Orang Kristen SejatiHanya oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus sajalah kita beroleh keselamatan. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa keselamatan bukan hanya berbicara soal pengampunan dosa dan pembebasan dari murka dan hukuman Allah saja, tetapi juga berbicara soal pembaharuan hidup kita di hadapan Allah. Anugerah Allah itu mengampuni kita dari segala dosa kita, membebaskan kita dari murka dan hukuman Allah, dan juga mengubah serta memperbaharui hidup kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah beroleh keselamatan? Tanda-tanda apa sajakah yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen sejati?

Salah satu bagian Alkitab yang menjawab pertanyaan tersebut adalah surat 1 Yohanes. Surat 1 Yohanes ditulis untuk meneguhkan jaminan keselamatan orang-orang yang percaya pada Anak Allah (1 Yoh 5:13), sekaligus meruntuhkan keyakinan orang-orang yang sesungguhnya belum diselamatkan.

Dalam suratnya itu rasul Yohanes menggambarkan seorang Kristen sebagai seorang yang mengenal Allah (1 Yoh 2:3), ada di dalam Allah ( 1 Yoh 2:5), lahir dari Allah (1 Yoh 2:29), anak Allah (1 Yoh 3:1), dan sudah berpindah dari maut ke dalam hidup (1 Yoh 3:14). Karena itu, seorang Kristen harus memiliki karakter-karakter yang mencerminkan atribut-atribut Allah dan identitasnya di dalam Allah.

Dalam 1 Yohanes dituliskan tanda-tanda orang Kristen sejati, yaitu memiliki iman, ketaatan, dan kasih.

1. Iman

Pada awal suratnya rasul Yohanes menuliskan kesaksiannya tentang Kristus yang memberikan hidup kepada mereka yang percaya kepada-Nya (1Yoh 1:1-3). Inilah berita yang senantiasa disampaikan oleh para rasul. Bagi mereka yang menerima pemberitaan Injil Kristus ini, Allah menjanjikan hidup yang kekal (1 Yoh 2:24-25). Sebaliknya, mereka yang tidak percaya pada kesaksian para rasul, yaitu bahwa Yesus adalah Kristus, tidak memiliki hidup yang kekal (1 Yoh 2:22-23a).

2. Ketaatan

Bagaimana kita tahu bahwa kita mengenal Allah ? Mengenal Allah tidak hanya mengetahui fakta tentang Allah, tetapi juga mengalami Allah secara pribadi. Kita tahu bahwa kita mengenal Allah ketika kita mematuhi perintah-perintah-Nya (1Yoh 2:3-5). Tidak ada seorangpun yang dapat mematuhi perintah Allah dengan sempurna, tetapi seperti yang dikatakan John Calvin, orang yang mengenal Allah berjuang menurut kapasitas manusia yang tidak sempurna untuk menjalani hidupnya dalam kepatuhan kepada Allah.

Lebih lanjut, Kristus datang ke dunia untuk menghapus dosa. Karena itu, orang yang mengenal Allah tentu tidak akan terus-menerus berbuat dosa (1 Yoh 3:5-6). Terus-menerus berbuat dosa menunjukkan bahwa ia belum mengenal Allah (1 Yoh 3:8).

3. Kasih

Allah adalah kasih dan Ia telah mengasihi kita. Karena itu, orang yang mengenal Allah haruslah mengasihi (1 Yoh 4:8,11). Kasih itu berasal dari Allah (1 Yoh 4:7) dan seseorang memiliki kapasitas mengasihi karena Allah terlebih dulu mengasihinya (1 Yoh 4:19). Mengasihi adalah salah satu tanda bahwa ia lahir dari Allah dan mengenal Allah. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya menunjukkan bahwa ia tidak mengasihi Allah dan tidak mempunyai hidup kekal (1 Yoh 4:20).

Esensi dari kasih adalah pengorbanan diri. Pengorbanan Kristus di atas kayu salib bagi kita adalah contoh yang terutama. Kita tahu apakah kasih itu karena Kristus sudah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (1 Yoh 3:16). Orang yang memiliki kasih seperti ini menunjukkan bahwa ia memiliki hidup kekal.

Marilah kita menguji diri kita masing-masing. Marilah kita memperteguh panggilan dan pilihan kita (2 Ptr 1:10). Apakah kita memiliki ketiga karakteristik di atas? Memiliki ketiga karakteristik di atas adalah tanda bahwa kita adalah anak Allah.

Facebook Twitter

Kategori: Pengajaran Kristen

Tag: , , ,